Check it out.
Komik: Life Marathon [Maraton Kehidupan]
Berbahagialah orang yang terlalu lelah karena kesibukan pekerjaan dan pelayanan mereka, sehingga mereka tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan (saat teduh & ke gereja).
Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam.
Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka perbuat.
Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.
Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. Dengan sedikit “sentilan” saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan.
Mereka ini adalah fans-ku yang setia.
Berbahagialah mereka para pembuat masalah (trouble maker).
Mereka akan disebut anak-anakku.
Berbahagialah orang yang selalu mengeluh.
Aku senang karena benih sungut-sungut yang kutabur ternyata bertumbuh subur di hati dan lidah mereka.
Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain.
Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.
Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan perpecahan dan pertengkaran.
Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.
Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci dan tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada dia.
Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai kepada kekekalan.
Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan dengan penganiayaan, dan kebencian dengan kebencian.
Mereka akan mendapat upah yang sama denganku di kegelapan.
Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa pas untuk orang lain, dan bukan untuk dirinya sendiri.
Dia ada dalam tanganku.
Jika ingin menjadi orang yang berbahagia versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan dan berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (Matius 25:1-13). Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala.
Keputusan ada di tangan kita.
“… sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” [Yohanes 8:44]
Selama bertahun-tahun, gereja melarikan diri dari setan, takut membicarakan dia, dan takut mengakui keberadaannya. Kebanyakan orang Kristen melihat setan sebagai makhluk yang kuat dan hebat yang memiliki otoritas dan dominasi atas seluruh bumi dan atas semua manusia. Strategi setan adalah membuat kita tetap dalam keadaan bodoh secara rohani. Serangan balasan kita tidak boleh hanya tertuju pada kebohongan setan mengenai dirinya sendiri, tetapi juga untuk mengetahui kebenaran dan bertindak berdasarkan kebenaran itu.
Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam strategi-strategi utama yang setan gunakan untuk melawan orang-orang Kristen, ada 4 (empat) fakta kunci yang harus Saudara ketahui mengenai setan untuk mempersiapkan diri menghadapinya dan mengambil kemenangan seperti yang Tuhan Yesus lakukan. Jika Saudara tidak memahami empat hal ini, Saudara tidak akan dapat mempraktekkan kuasa dan otoritas yang Tuhan berikan kepada Saudara untuk mengalahkan setan di dalam situasi yang Saudara hadapi.
-
Setan tidak punya kendali atas seluruh dunia.
-
Kuasa setan terbatas.
-
Setan tidak punya kuasa atas Saudara, kecuali apa yang Saudara ijinkan untuk dimilikinya.
-
Orang-orang Kristen tidaklah terlepas dari penderitaan.
KEBOHONGAN YANG SETAN LAKUKAN
1. Setan mempunyai kuasa dan otoritas atas seluruh bumi.
2. Setan memiliki kuasa yang tidak terbatas.
3. Setan lebih berkuasa daripada orang-orang Kristen.
Sebagai contoh: saat ini kebanyakan orang tidak peduli dengan kuasa perkataan. Mereka hanya menganggap perbuatanlah yang memiliki kuasa untuk mengikat. Akibatnya banyak orang seenaknya saja berucap tanpa memedulikan berbagai resiko yang dipetik karena ucapannya tersebut. Tanpa mereka sadari setan bisa memakai ucapan seseorang sebagai hak sekaligus tempat berpijak untuk masuk dan merusak. Banyak anak yang sering gagal dalam studi dan terlihat seperti bodoh. Padahal semua ciptaan Tuhan tidak ada yang bodoh. Setelah diselidiki, ternyata anak tersebut sering dikutuki orangtuanya yang berkata, “Bodoh kamu!” Orangtua kemudian mencari jalan penyelesaian tanpa pernah mencabut semua perkataan tersebut, dan tidak pernah mengusir setiap kuasa gelap yang sudah bercokol di sana.
Sering pula orang mengucapkan, “Aduh, mati aku!” Tanpa disadari, orang ini telah mengundang roh maut dan roh kecelakaan masuk dalam dirinya. Roh inilah yang mendorong diri orang ini untuk celaka terus-menerus, sampai-sampai mengalami penyakit yang parah dan berujung pada maut. Tuhan Yesus telah memperingatkan kita, “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Matius 12:37)
Setan sebagai “penguasa kegelapan” dan “dewa-dewa dunia ini” mempunyai kendali atas orang-orang tidak percaya dan mereka “diikat pada kehendaknya”. (2Timotius 2:26). Ia membutakan pikiran mereka terhadap Injil (2Korintus 4:4). Ia tidak mempunyai kuasa atas Saudara untuk membuat Saudara berdosa, kecuali Saudara menyerahkan kehendak Saudara kepadanya. Kehendak Saudara adalah kekuatan ampuh yang tidak dapat dikuasai oleh setan. Salah satu strategi utamanya adalah untuk menyerang kehendak Saudara, untuk membohongi Saudara agar menyerahkan kehendak Saudara kepadanya, dan untuk menyebabkan Saudara menjadi berpusat pada kehendak Saudara sendiri, serta mengikuti kehendak Saudara sendiri daripada melakukan kehendak Allah.
Meskipun sering dianggap sepele, ramalan seperti ramalan bintang (horoscope), ramalan garis tangan, kartu tarot, dsb mengandung kutukan di dalamnya. Banyak orang menganggap betapa tepatnya suatu ramalan. Sesungguhnya saat seseorang diramal, setan langsung mendapatkan hak atas kehendak yang Saudara klaim benar tersebut. Padahal setan sebetulnya tidak mengetahui masa depan. Walaupun suatu ramalan seakan berkata hal-hal yang baik, tetap saja akan berujung pada kecelakaan dan kebinasaan, sebab setan adalah pendusta (Yohanes 8:44).
4. Orang-orang Kristen tidak akan menghadapi penderitaan.
Roh Tuhan memanggil kita untuk mempersiapkan diri menghadapi waktu yang akan datang ini. Mereka yang tidak siap akan digoncangkan. Banyak yang akan jatuh. Gereja Allah yang hidup tidak dapat dikalahkan. Allah telah menyingkapkan kepada kita aktivitas setan selama hari-hari kedatangan Kristus kembali. Setan bukan hanya bekerja di dunia saat ini, ia juga mempunyai jalan masuk ke surga dimana ia menuduh orang-orang kudus siang dan malam (Ayub 1:6-7). Apa yang Yohanes lihat dalam penglihatannya adalah suatu hari yang mendahului kedatangan kembali Kristus, ketika setan akan dilemparkan ke atas bumi dimana ia tidak lagi mempunyai jalan masuk ke surga. Akan ada satu sukacita besar di surga karena si penuduh itu dilemparkan keluar dan selama-lamanya tidak dapat masuk surga lagi. Ketika setan dibuang ke bumi, ia akan masuk ke dalam antikris dan bekerja melalui diri mereka untuk memulai penganiayaan terhadap orang-orang kudus. Orang-orang kudus tersebut adalah “orang-orang yang menuruti hukum-hukum Allah dan mempunyai kesaksian Yesus”. Mereka adalah orang-orang percaya sejati yang tidak mengompromikan keyakinannya dengan sistem-sistem dunia ini. Setan akan dihancurkan selamanya!
JANGAN BERI SETAN TEMPAT UNTUK BERJEJAK DI DALAM KEHIDUPAN KITA
Paulus berkata kepada orang-orang Filipi, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). Kita tidak boleh mengijinkan hidup kita dikuasai oleh pikiran jasmaniah kita. Pikiran jasmani kita tidak dapat menahan hal-hal yang berasal dari Roh. Kita harus mengisi pikiran kita dengan pengetahuan tentang Tuhan. Kita juga harus mengenal Kristus secara intim, sehingga pemikiran dan tujuan-Nya menjadi pemikiran dan tujuan kita. Tidak ada alasan untuk kebodohan rohani! Tidak ada alasan untuk tidak mengetahui dan memahami firman Tuhan! Tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kebenaran mengenai musuh dan posisi Saudara yang penuh kuasa dan otoritas atasnya! Tidak ada alasan untuk tidak mengetahui bagaimana mengalahkan musuh! Tuhan sudah memperlengkapi Saudara dengan firman-Nya yang penuh kuasa, yang akan memberi Saudara instruksi-instruksi secara terperinci bagaimana berperang dan mengalami kemenangan. Tuhan tidak mengirim Saudara ke medan peperangan dengan tangan kosong. Ia sudah memberi Saudara segala pengetahuan yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan. Gunakanlah!
Setan akan berusaha membuat Saudara berpikir bahwa firman Tuhan terlalu sulit untuk dimengerti. Ia akan berusaha membuat Saudara berpikir bahwa Saudara tidak cukup cerdik, bahwa Saudara memerlukan seorang lain untuk menerjemahkan semua itu bagi Saudara. Dapatkah Saudara bayangkan seorang prajurit maju ke medan tempur melakukan peperangan satu lawan satu dan memberitahukan musuhnya, “Kamu tunggu dulu di sini, saya akan bertanya kepada komandan saya apa yang harus dilakukan untuk memenangkan peperangan ini”. Musuh akan segera membunuhnya pada saat ia membalikkan badan!
Kebanyakan orang, di sepanjang zaman, suka melempar tanggung jawabnya kepada orang lain atau lingkungannya, termasuk kepada iblis. Dalam Kejadian 3, Adam mengatakan, “Perempuan yang Kautempatkan … dialah yang memberi… maka kumakan.” Hawa mengatakan, “Ular itu yang memperdaya aku.” Mereka tidak mau mengaku bahwa dirinya sendirilah yang bersalah. Dewasa ini juga orang suka berkata, “Dia membujuk saya” atau “Iblis memaksa saya”. Kita diciptakan dengan kehendak bebas. Kita dikaruniai kebebasan untuk memilih dan wajib bertanggungjawab dengan pilihan yang telah kita buat.
LAWAN DAN BUATLAH SETAN MELARIKAN DIRI
- Strategi Peperangan Rohani 4, oleh Morris Cerullo (majalah Kalam Hidup edisi Maret-April 2008)
- Spiritual Breakthrough: Kuasa Perkataan Sebagai Pijakan Iblis, oleh Ferdi Godjali, S.E. (majalah Bahana edisi Desember 2012)
- Psikologi yang Sebenarnya, oleh W. Stanley Heath (penerbit Yayasan Andi, 1995)
Semua pekerjaan sehari-hari bisa bersifat suci. Alkitab mengatakan dalam Amsal 14:23, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan." Pekerjaan kita hendaknya merupakan berkat, bukan sumber kebosanan; merupakan kehormatan, bukan pekerjaan yang menjemukan; merupakan pekerjaan yang berarti, bukan pekerjaan yang tidak menarik.
Secara tidak wajar kita telah membagi-bagi pekerjaan menjadi yang duniawi dan yang suci, tetapi Alkitab tidak mengatakan demikian. Pekerjaan kita seharusnya menjadi tempat kita melayani Tuhan Yesus. Tempat kita bekerja harus merupakan tempat ibadah kita dan tempat kita menaruh pelita kita untuk menjadi saksi.
Pada waktu Paulus menulis kepada orang-orang di Efesus tentang pekerjaan, dia berkata, "Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus." (Efesus 6:5)
Itu berarti bahwa setiap orang Kristen hendaknya menganggap pekerjaannya suci. Kita perlu menyadari bahwa ketika kita pergi bekerja, kita bekerja bukan hanya untuk majikan kita tetapi juga untuk Yesus.
Sebagai seorang pendeta saya telah melihat banyak orang yang ingin meninggalkan pekerjaan mereka agar mereka bisa masuk dalam "pelayanan Kristen sepenuhnya". Menurut mereka, ini berarti menjadi pendeta atau penginjil atau staf dalam suatu organisasi Kristen. Tuhan memanggil orang-orang untuk melakukan pekerjaan semacam ini, dan ini baik sekali. Namun bagaimanapun hal itu tidak menjadikan pekerjaan ini lebih suci daripada pekerjaan lain.
Dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa setiap hari adalah hari yang kudus, setiap tempat adalah suci, dan setiap perbuatan merupakan pelayanan rohani jika seorang hidup dan berjalan di dalam Roh. Jika kita tidak mengerti hal itu, maka kita akan tidak senang dalam pekerjaan kita. Dan kita tidak mau menyadari bahwa Tuhan ingin kita melayani Dia di mana pun kita berada.
Pekerjaan kita merupakan tempat yang terbaik untuk bersaksi bagi Yesus dan melayani-Nya. Berikut ini beberapa petunjuk tentang bagaimana kita melakukannya:
Jangan sombong.
Dalam Matius 5:16 Yesus berkata, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Pekerjaan merupakan tempat menaruh pelita yang bagus sekali, tetapi terang kita harus bercahaya, bukan semakin meredup. Orang lain harus melihat terang itu bukan pelitanya. Orang yang menganggap diri benar selalu menjengkelkan di mana-mana, tetapi khususnya dalam pekerjaan.
Jangan suka mengomel.
Jangan selalu bicara dengan tinggi hati kepada mereka yang belum diselamatkan yang ada di sekitar saudara, mereka akan membenci bila melihat Saudara datang. Kolose 4:5,6 berkata, "Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Orang Kristen yang bekerja sambil berkhotbah kepada orang lain perlu mengerti bahwa mimbar adalah tempat untuk berkhotbah. Tidak seorang pun pernah bisa dibawa pada Yesus dengan jalan mengomelinya.
Jangan kendur.
Orang Kristen yang bekerja harus dapat memikul lebih banyak daripada bagian pekerjaan mereka. Benar-benar merupakan dosa bagi orang percaya kalau mereka melakukan kurang daripada yang terbaik yang bisa mereka lakukan. Efesus 6:6 berkata, "Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah."
Dengan kata lain, kita jangan hanya memperhatikan jam, melainkan menjadi hamba-hamba Kristus yang melakukan kehendak Allah dengan segenap hati. Kita seharusnya mempunyai reputasi karena pekerjaan yang baik sehingga bila seorang pengusaha pergi ke kantor tenaga kerja untuk mencari tenaga baru, ia akan berkata, "Jika kamu mempunyai seorang tenaga kerja Kristen, kirimkan ke tempat saya." Kolose 3:23 mengatakan kepada kita, "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Jangan menurun.
Jangan biarkan hidup kekristenan Saudara mundur, jangan pernah berkompromi. Bersukacitalah selalu, karena sukacita dari Allah adalah kekuatan Saudara. Saudara perlu menghimpun sukacita itu pada pagi hari sebelum Saudara berangkat bekerja. Saudara perlu hidup berkemenangan dalam pekerjaan itu, sebab orang-orang yang tidak mengenal Tuhan sedang memperhatikan Saudara. Saya telah mengamati bahwa sebagian besar orang di tempat kerja tidak begitu tertarik pada soal sorga atau neraka, apa yang mereka ingin ketahui adalah bagaimana bekerja dengan berhasil pada hari Senin. Jika mereka melihat kemenangan dalam hidup Saudara, mereka akan ingin mengetahui penyebabnya.
Dalam 1Petrus 3:15 Rasul menulis, "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu." Dan kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan rasa hormat. Bila orang lain melihat kita hidup penuh kemenangan dalam pekerjaan kita maka kita akan memiliki kesempatan yang sangat efektif untuk bersaksi.
Sebagai orang Kristen kita perlu melihat bahwa pekerjaan sehari-hari kita memiliki arti yang kekal, sebab kita melayani Yesus sementara kita bekerja.
sumber: sabda.org
