Gw suka sebel sama musik yang terlalu sering diputer di radio-radio. Kadang lagunya ngga asik banget, biasa aja, liriknya juga standar tapi karena si radionya udah tandatangan kontrak kerjasama dengan label si artis, akhirnya lagunya yang biasa aja itu terpaksa diputer 100x sebulan. Padahal mungkin si artis itu punya lagu lain di albumnya, namun karena lagi hot-hotnya di TOP 40 akhirnya lagu itu...
Saya punya satu orang kakak perempuan dan satu orang adik laki-laki. Saya dan kakak saya memiliki perbedaan usia 4 tahun, sementara adik saya beda 2 tahun lebih muda (of course!) dari saya. Dan entah kenapa saya jadi ngga tahan sama bahasa yang sedang saya pergunakan karena rasanya formal abis, udah kayak bikin karangan untuk tugas Bahasa Indonesia, dimana sang guru akan berkacak pinggang...
Aku harus tenang dan berbalik kepada Allah; hanya Dia pengharapanku. (Mazmur 62:5, VMD) Alkisah, seorang pemuda hidup sebatang kara. Pada suatu hari, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya ia hidup di dunia ini. Hari-harinya dihabiskan dengan bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Baginya, hidup itu hanya sekedar melewati hari untuk menunggu kapan mati. Pemuda itu merasa...
Ngga ada film yang paliiiinggg gw suka, karena gw ga terlalu demen nonton film. Tapi ada beberapa film yang gw lumayan suka: 1) A Perfect World: film yang gw tonton di Indosiar pas jaman SD, ceritanya soal penculik yang terlanjur sayang sama anak yang ia culik. Mengharukan parah. 2) Harmony: kisah di balik penjara wanita, dimana mereka berusaha lakuin hal-hal berguna sebelum mereka...
Hadeuh, di zaman balita gigit smartphone dan ibu-ibu ngaca pake tablet, masih ada ya orang yang suka nonton TV? Mungkin kalo orang yang langganan TV kabel masih demen ya nonton TV, tapi kalo orang yang tiap hari liat TV lokal? Ihh, males tau liatin acara-acara TV di kebanyakan channel sekarang. Apalagi sama yang namanya sinetron. Duh, pening pala ane. Tapi bukan berarti gw...
Semuanya memuakkan! Tuduhan-tuduhan palsu yang gw terima bertubi-tubi cuman bikin tekanan darah gw makin naek. Emangnya gw sesinting itu ya? Jelas-jelas tuduhan mereka ngga berdasar dan ngga ada bukti otentik yang bisa nunjukkin bahwa gw itu salah! Nyebelin banget, lah! Gw udah yakin ada dalang di balik semua ini! Ada sutradara berhati busuk di belakang layar yang sedang tertawa seneng karena skenarionya udah...
Situasi: Laptop menyala di depan mata, software untuk bekerja sudah terbuka, deadline menanti. Ekspektasi: Buru-buru ngerjain tugas yang “tinggal ngedip langsung beres” ini. Realita: Laptop cuma dilirik-lirik sesekali, tapi mata fokus ke layar smartphone liatin produk terbaru online shop dan update-an alay teman-temanku di Facebook dan Instagram. INTINYA: kerjaan ketunda, dan deadline pun telat diserahkan. Gara-gara siapa? Gara-gara Ahok lagi? Atau gara-gara ibu...
Gw pengen banget kelarin 30-day blog challenge ini sebelum tahun 2016 berganti! Aargh! Bisa ngga, ya? Bisa lah. Sebenernya sih, yang nentuin bisa/engganya ya elo sendiri, Yen! #ngomongSamaKacaSpion Tujuan wisata yang gw idam-idamkan? Apa ya? Pertanyaan susah karena menurut gw banyak tempat bagus, ngga usah jauh-jauh ke luar kota atau ke luar propinsi atau ke luar negeri—di Bandung juga ada aja tempat bagus...
Maaf, kalau dengan berkata jujur kamu jadi menangis tersedu-sedu. Siapapun yang pertama kali bikin pepatah “kejujuran itu menyakitkan” patut diberi penghargaan, karena pepatahnya tetap relevan hingga detik ini. Maaf, kalau dengan berkata jujur kamu menganggap aku kurang ajar. Tapi... bukankah lebih kurang ajar lagi kalau aku bersandiwara di hadapanmu--mempertunjukkan aksi teatrikal yang membuatmu tertawa satu hari namun setelahnya menangis 1 tahun? Maaf, kalau...
Buat Anda-Anda yang
teriak-teriak, “Ganyang Cina! Bunuh Cina!”
Saya cuma mau
bilang...
Saya keturunan
Tionghoa, namun saya juga berdarah Indonesia aseli. Saya lebih suka menyebut
diri saya ‘Cina blasteran’.
Banyak hal yang
tidak saya pahami soal Ke-Tiongkok-Tiongkok-an. Bahasa Mandarin pas-pasan, adat
istiadat Cina saya ngga hafal... itu semua karena saya lahir dan besar di
Indonesia. Saya lebih doyan terasi dan paham gimana caranya bikin rendang.
Bahasa Sunda saya juga lebih casciscus
daripada Mandarin.
Saya lebih suka
disebut orang Indonesia daripada orang keturunan Cina. Tapi saya menerima
kenyataan bahwa saya “ada Cina-nya” ....
sekaligus
menerima kenyataan bahwa Cina tidak disukai oleh banyak oknum di negara ini—negara
yang dengan bangganya menggembar-gemborkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Saya bukan Cina
original, saya hanya Cina blasteran, ya kan?! Tapi di sini saya hendak mewakili
sebagian kaum Cina yang sedang bingung dengan umpatan-umpatan kalian.
Mendengar
perkataan kalian, bahwa orang-orang Cina harus disingkirkan, diusir kembali ke
Tiongkok (padahal Tiongkok bukan tanah air kami, lho!), dan bahwa orang Cina
sebaiknya dibunuh agar tidak menguasai rakyat pribumi...
Apa yang kalian
katakan itu jahat!
Kalau memang kami
tidak memberikan kontribusi apapun bagi bangsa Indonesa, silakan buang kami.
Kalau memang
keberadaan kami malah menghasilkan kerugian dan malapetaka bagi NKRI, silakan
usir kami.
Kalau memang
bangsa Indonesia bakal lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera tanpa Cina,
silakan binasakan Cina.
Tapi kalian
mungkin terlalu sibuk mempertontonkan aksi agamawi kalian sampai lupa bahwa
kami “si Cina” ini juga punya perasaan.
Maaf, kalau kami
orang Cina sudah terlanjur jatuh hati pada Indonesia. Kami lebih sayang bangsa
ini ketimbang tanah Tiongkok yang (kata kalian) adalah kampung halaman kami.
Saya tidak tahu
kenapa kalian lebih membenci Cina daripada kaum pendatang lainnya. Kalau memang
kami salah, tolong tunjukkan apa kesalahan kami. Bukankah ungkapan emosional
tanpa penjelasan yang rasional hanya menunjukkan kebodohan semata? Kemarahan
kalian harus bisa dideskripsikan dengan runut. Supaya apa? Supaya kami mengerti
apa yang kalian kehendaki selama ini.
Saya “si Cina”
tidak membenci kalian. Maksudnya, rasa sayang saya pada bangsa yang elok ini
melampaui rasa kesal dan bingung saya pada kalian.
Akhir kata, saya
cuma ingin mengingatkan: kita tinggal di negara yang semboyannya Bhinneka
Tunggal Ika. Kalau kalian lupa apa arti semboyan itu, segera telepon atau
WhatsApp guru PPKn kalian di jaman SD dulu.
Artikel ini ada untuk menanggapi komentar beberapa orang yang sebel karena (menurut mereka) gw terlalu demen JJ Lin. Tunggu dulu! Sebelum kalian juga ikutan protes karena gw tuh dikit-dikit JJ Lin, apa-apa nyambungnya JJ Lin.. biar gw jelasin dulu. Pertama, gw suka suara JJ Lin, bukan tampangnya atau mukanya atau badannya. Ada temen gw yang pernah bilang, “Alaaaah, model kayak JJ Lin gitu...