Gw nyesel banget abis beli selai kacang di tempat yang bukan langganan gw. Langganan gw kebetulan ngga punya toko online, dan karena itulah gw ngide nyari produk sejenis di marketplace. Harapan gw pupus. Gw pikir ini produk bakal ngga beda jauh sama selai yang biasa dipakai. Ternyata ini MEH banget. Dia terlalu manis. Dan gw udah telanjur beli 2 kg. Gw suka yang manis...
Hidup dengan ketoksikan saja sudah lelah. Tapi ternyata ada lagi yang lebih melelahkan, yakni: ketika orang tidak mengerti what it's like living with toxicity and urge you to act normal. I'm not acting anything--if it's not normal, then it's not. Mereka ga punya point of view yang gw rasain dan mereka tetap wondering why I cannot just accept that poisonous behavior. Look, I...
Gw belakangan lagi rajin kembali workout HIIT from home (ciyee~) karena ternyata it's a way more effective method to burn calories. Jauh lebih ampuh dibandingin naik sepeda. Buat gw sekarang sepedahan itu recreational aja. Ibaratnya lo jalan-jalan tapi ngga pake kaki, melainkan pake roda. It's fun and lumayan memicu endorphin-serotonin lah yaa. Pas HIIT ngikutin gerakan yang dicontohin video si instrukturnya, gw cuma mikir,...
Attention is a currency--that's why we pay attention! Oke, lo bilang time is money, time is waktu. Whatever. Tapi kalau ada ayah ngasi waktu ke anaknya, sementara di waktu tersebut dia malah maen hape doang, ya ngga ada hasil apapun dari bonding father and son. Malah kayak buang-buang waktu doang. Atau misalkan lo kerja nih, dan lo bangga udah ngasi 23.5 jam sehari...
Gravitasi akan narik lo jatuh. Itu kan hukum alam. Selama lo di bumi akan selalu berlaku. Ngga usah tinggi-tinggi ngangkat diri, kalau ditarik gravitasi nanti sakit setengah mati. Ha! ---Photo by Marek Piwnicki on Unsplash ...
Kalau aku malas mencuci sepeda, aku tidak akan mengatakan, “Mencuci sepeda menyebalkan.” Sebagai gantinya, aku bilang, “Ahh, ada tumpukan piringan hitam yang belum diurutkan berdasarkan abjad. Demi kenyamanan dan kepuasan batin, susunan piringan hitam yang rapi adalah kemutlakan yang tak dapat ditunda lagi. Aku akan mengerjakan ini dulu.” Aku bisa pakai pekerjaan (kesibukan-kesibukan) untuk mengalihkanku dari tanggung jawab yang lebih mendesak & penting...
Sedikit cerita sebelum bobo. Gw ngantuk banget dan mesti nyiapin tenaga untuk anything excited in the near future, sementara ada pemicu adrenalin, kortisol, dan serotonin di beberapa pekan ini. Gw semakin menyadari aja bahwa OUR TIME IS LIMITED. Kita bisa punya nyali dan mimpi untuk lakuin A-Z, tapi ga akan pernah tahu apakah hasilnya nanti sempet kita nikmati. Banyak tempat yang belum dikunjungi,...
Tau kan apa itu catcalling? Memanggil kucing. Setelah dipikir-pikir gw lebih sering jadi pelaku daripada korbannya. Kalo ketemu kucing yang lagi ngaso atau gabut di jalan, hampir selalu gw panggilin. "Meong meong.. meng! Meng!"Kadang tu kucing noleh, trus dia kayak berpikir, "Apaan sih ini satwa berbaju, sok asik banget! Manggil-manggil gw tanpa tujuan. Penghinaan!"Kadang yang noleh bukannya si kucing, malah manusia yang lagi...
Kalau kita mau pintar, bacalah tulisan dari orang-orang pintar. Walaupun di lembaran-lembaran awal kita bingung dan dibikin manyun, lama-lama kita akan menyamakan level intelektual kita dengan otak si penulis. Setidaknya itu teori yang gw buat 1 menit lalu. Gw baru saja menyelesaikan buku nonfiksi "Man Down". Awalnya boring banget, cuma berisi data-data yang, walaupun gw belum tahu, rasanya bisa didapetin di google. Pernah ngga...
Menurut gw setiap kita punya rumah perteduhan untuk telinga kita masing-masing. Gw bisa dengerin puluhan genre lagu, berbagai bahasa, beragam warna suara, etc. Tapi kemanapun gw menjelajah, telinga ini paling teduh kalo udah denger JJ Lin. Beda aja gitu, bisa istirahat dan eargasm pada saat yang bersamaan. My ears fit his voice well. I know kadar kesukaan kita bisa berubah jadi naik maupun turun...
Selamat malam! Gw suka banget ama malam hari. Dibanding dengan siang hari yang riuh, genetik gw ini emang lebih gampang vibing with kesunyian malam. Ada apa sih ama malam? Malam itu sunyi, orang berhenti beraktivitas. Dan gelap. Gw suka gelapnya malam, kondisi yang bikin otak terstimulasi untuk mikir. Entah kenapa kalo siang/pagi, meskipun lagi sepi, engga bikin gw terangsang buat berpikir. Kayak malah jadi...
Bayangin sebuah game, dan lo adalah pemainnya. Rule-nya sederhana: nyawa lo bisa hilang setiap kali lo lepas masker. Apa yang lo lakuin untuk memenangkan game itu? Gampang dong, pake aja maskernya terus menerus. Bahkan saat tidur. Bahkan waktu mandi. Ribet dan rempongnya ga sebanding sama harga nyawa yang akan lo selamatkan. Toh game ini ngga dimainkan selama-lamanya. Emang marathon sih, emang bakal cape...
From now on gw bakal banyak tuangin opini gw soal antivaxx, covidiot, penganut konspirasi aka. badut konspirasi COVID-19. Yang baperan ngga usah baca. Yang closed-minded, skip aja. Jangan misuh-misuh bacanya, kalau lo ngga setuju silakan buat sendiri tulisan versi lo. Okelah, virus ini senjata biologis buatan tiongkok. Okelah, virus ini rekayasa elit global. Tapi kalo bilang virus ini ngga ada... Lo punya empati ga...
Waktu lagi chat bahas covid kemaren, seorang temen bilang, "Hebat ya virusnya, from wuhan to kopo." Gw ketawa. Asik jg ni virus kerjanya jalan-jalan muterin dunia. Sementara kita malah terperangkap di rumah-rumah atau kamar RS. Keluar kota aja ribet, apalagi keluar negara. Argh, jangan mo kalah. Begitu kita sehat lagi dan bisa mengendalikan virus jahanam ini, yuk kita traveling lagi! 😍😍😍 Ini hari ke-11...
Ini hari kelima gw isolasi mandiri. Akhirnya, dapet giliran ngerasain covid. Gatau deh ini gw kebagian varian delta, lambda, apa epsilon. Udah ga paham juga ama berbagai mutasi yang dia kembangin selama careernya sebagai virus laknat itu. Waktu hari kedua ketauan positif, gw sempet posting foto obat2an yang naujubillah banyaknya. Ehh ternyata banyak yg komen, isinya adalah mereka lagi positif juga. Ada 5-6 orang...
Radit. Orang yang dipakai Tuhan untuk ngasi jalan keluar ketika gw belum minta. Orang yang jiwanya diliputi kemurnian, pikirannya radikal, dan hatinya lebih lembut dari kapas. Masih ingat ketika gw pertama kali dibuat terhenyak sama kotbahnya Radit. Sepotong video di YouTube. "Jadi gini ya, bla bla bla, ya begitu....," Dia ngomong kayak yang santai, tapi gw yang dengernya saat itu, nangis. Ini.... Ini...
Ada satu KPI yang selalu gw tuju di beberapa tahun terakhir: gw ga boleh nangis dalam 1 hari. KPI ini berlaku untuk 1x24 jam, jadi besoknya KPI yang berlaku adalah sama: gw ngga boleh nangis di hari itu. I work really hard to maintain my mood. It's okay kalau gw sedih, kecewa, atau bingung. Tapi yang terpenting adalah gw ngga boleh sampe ngeluarin air...
Jadi barusan gw nonton video seorang Social Coach yang bagus banget. Kontennya secara spesifik bahas dating & relationship. Gw cukup terkesima dengan 2-3 video yang gw tonton tadi.Gw suka karena dia menyampaikan analisa tentang perilaku manusia. Dia nunjukkin cuplikan video interaksi antara sepasang suami-istri (selebriti), dan setelahnya dia kasi insight seperti: cewenya itu tipe macam apa, cowonya itu karakternya bagaimana, tipe hubungan mereka...
Gw sering banget komentarin langsung hal-hal yang menurut gw salah atau kurang tepat. Bahkan spasi kelebihan 1 biji aja gw komentar. Bener-bener pergumulan banget jadi orang detail. Yah pedang bermata dua sih sebenernya. Orang bilang itu kritis, tapi lama-kelamaan gw rasa ini levelnya udah masuk ke nyinyir. Hal yang ngga ada standar benar-salah nya pun ngga luput dari sinisan gw. Contoh: kalo denger orang...
DAHLAH MALES. Baru aja marah-marah ke sebuah aplikasi food delivery. Gausah sebut namanya, males. Pokonya depannya go belakangnya jek. Gw pesen mie ayam langganan gw yg jaraknya sekitar 1.5 km untuk makan malam. Langsung ketemu driver yang accept order tapiiii... Dia tidak bisa dihubungi. Menit-menit pertama gw masih menunggu, mungkin sinyal hapenya dia lagi ngilang sejenak. 10 menit berikutnya tetep tidak ada balasan, chat dari...
Aku adalah pembeli yang payah. Aku membeli karena barang-barang di marketplace tampak menarik. Nyatanya tidak ada di antara semua itu yang kubutuhkan. Aku hanya bosan, dan berbelanja jadi pemuas jalur instan. Aku bersemangat dengan tibanya paket dari kurir. Secepat aku excited, secepat itu pula aku menjadi bosan lagi. Barang-barangnya bagus memang, bahkan ada yang lebih baik dari foto katalognya. Tapi... Seperti yang sudah kusebut:...
Manusia adalah bahan penelitian paling menarik bagiku. Terbuat dari apa mereka, bagaimana jalan pikirannya, mengapa ada kehendak begini dan begitu... semuanya adalah sumber penasaranku. Dan ketika membaca novel karangan Pearl S. Buck ini aku menyadari bahwa karya fiksi pun bisa menjadi objek pembelajaran yang seru terkait tingkah polah manusia.Sebenarnya aku tidak terlalu suka novel. Aku sangat pemilih, termasuk dengan apa yang kubaca. Buku...
Aku berharap agar semua semakin baik. Seperti roda yang kadang di atas & kadang di bawah, yang terpenting adalah rodanya bergerak maju. Bukan mundur, bukan tikusruk.Kenapa harus berharap? Bukankah dengan bertambahnya usia sudah pasti makin dewasa? Tidak. Sama sekali tidak ada jaminan.Aku bisa berusia 31 tapi mengulangi kebodohan yang kulakukan saatku 24. Insecurity dari usia 15 bisa jadi masih bersemayam. Kenaifan di usia...
Mungkin menulis adalah hal yang akan selamanya kulakukan di akhir sisa hidupku. Well, mengetik lebih tepat daripada menulis. Memang ayunan pensil menghasilkan mekanisme transfer yang lebih baik dari sel otak ke jari. Tapi, aku harus kerja dua kali. Menulis dan mengetiknya kembali. Aku sudah setua ini, dan waktuku tidak banyak. Jadi, efisiensi durasi harus jadi yang utama. Ah, alasan. Bilang saja malas.Sepertinya sangat...
Jarang sekali aku menjadi emosional (baca: mewek) saat membaca buku. Lebih tepatnya, sudah lama sekali itu tak terjadi. Tapi baru membaca buku ini 30an halaman, aku sudah menangis tak karuan. Bukan menangis kecewa karena bukunya jelek, bukan menangis sedih karena isinya tidak kumengerti. Justru sebaliknya: isinya sangat bagus dan mengandung kebenaran, tapi aku sedih karena belum sanggup mempraktekkannya. Buku yang merupakan pemberian dari seorang...
Pernah mikir ngga kenapa anak kecil suka maen CI-LUK-BA.Itu loh, atraksi bodoh di mana kita sebagai pelakon membuka-tutup wajah sambil ngomong cilukba berulang kali, dan kita gembira karena si penonton (= bocah lugu) tertawa excited setiap kali wajah kita nampak? What's so interesting about cilukba? Kenapa setelah dewasa kita ga tertarik lagi? Jadi gw pernah baca di Quora tentang hal ini (dan sayangnya...
PART 1.Hidup ini penuh dengan: notifikasi tak terbaca, screenshot yang tak lagi dilihat, zoom meeting yang tak sungguh-sungguh didengarkan.Berapa jam screen-time kita sehari? Berapa ratus kali jempol nge-scroll, hanya untuk konten yang 10 menit kemudian sudah dilupakan?Riuh. Dunia virtual begitu rusuh. Dan kita jadi bagian di dalamnya. Kita merecoki, juga sebagai yang direcoki. No wonder kita cape! (Kita?!) Gw pribadi sih cape ya. Kebayang...
Then gw biasanya milih, mau publikasi di WA atau IG. Kayaknya ga pernah gw posting satu status yang sama di dua platform. Pasti hanya di salah satunya. Kenapa begitu?
Alasan konyol gw adalah: because there's certain person on that platform that I need to impress. Postingan itu--dengan penuh kesadaran--ingin kutunjukkan pada si X yang kebetulan ada di WA tapi ngga follow me di IG. Atau sebaliknya.
"So, here it is.. I dedicate this post for you. I hope you will be impressed by me."
ANJAY.
Berkali-kali gw mikirin ini setiap sebelum posting. Tidak ada urgensi ataupun kepentingan yang membuatku harus posting. Tapi kenapa diposting? Hampir pasti, jawabannya karena gw mau impress seseorang. Seseorang loh, yang artinya satu. Bukan dua atau delapan. Seseorang yang gw tahu punya akses untuk melihat status gw. Seseorang yang, mungkin sebenarnya bisa saja gw sapa dengan leluasa, tapi gw terlalu malu.
Yaaa sebenernya kalau postingan ini hanya bertujuan menarik perhatian satu orang, kenapa ga langsung aja kan gw send DM ke dia. Tapi ngga gitu cara mainnya. Mungkin orang lain juga punya pola pikir yang sama dengan gw. Hehehe.
GA PENTING YA?
---
Photo by Brent Storm on Unsplash
Bukan, ini bukan jalinan kata mutiara yang berbau relijius untuk menguatkan kamu. Gw lagi ga punya stok perkataan semacam itu, karena gw juga lagi letih lesu. Toss dulu!Gw cuman mencoba breakdown why I feel what I feel. Mungkin bisa membantu pembaca yang punya problem serupa. Ehem. Kenapa gw akhir-akhir ini gampang cape untuk sesuatu yang sebenernya cetek banget buat dilakuin. Bahkan sebelum dieksekusi...